Negeri ini hanya ingin satu:

Negeri ini hanya ingin 
dipeluk dengan tanggung jawab,
seperti ibu memeluk anaknya
tanpa hitung-hitungan untung dan rugi,
tanpa niat meninggalkan
saat tangisnya menjadi beban.

Dipangku dengan kesungguhan,
bukan disinggahi sebentar
lalu dilepas ketika lelah datang.
Sebab negeri ini bukan panggung,
ia rumah—
tempat pulang yang menuntut kesetiaan.

Negeri ini ingin dicintai
dengan keberanian yang sunyi:
berani jujur meski sendirian,
berani adil meski tak dipuji,
berani menolak kecurangan
meski peluang terbuka lebar.

Dicintai dengan keberanian
untuk berkata “cukup”
pada kerakusan,
dan berkata “maaf”
pada luka yang terlanjur dalam.

Dan dijaga—
bukan dengan kata-kata
yang rapi di podium
atau manis di baliho,
melainkan dengan perbuatan
yang kotor oleh kerja,
basah oleh keringat,
dan letih oleh kejujuran.

Dijaga saat sepi,
saat sorot kamera padam,
saat tak ada tepuk tangan
yang menunggu di akhir kalimat.
Dijaga dalam pilihan kecil,
dalam keputusan harian
yang tak pernah masuk berita.

Negeri ini hanya ingin 
hadir yang sungguh-sungguh,
cinta yang bertahan,
dan penjagaan
yang tak berhenti
meski lelah datang lebih dulu.

Comments

Popular posts from this blog

Alun2 SURAWISESA KAWALI DST - (117)

Garut Cikajang DST (101)

Alun2 Ciamis DST - (117)